WASPADAI PEMBOBOLAN KARTU KREDIT DI SEKITAR KITA

WASPADAI PEMBOBOLAN KARTU KREDIT DI SEKITAR KITA


Pembobolan kartu Kredit dan Cara Pencegahannya – Kartu kredit sangat berguna di era modern seperti saat ini. Dengan adanya kartu kredit, kita bisa dengan mudah melakukan transaksi apapun, bahkan saat kita di luar negeri.

Dengan kemudahan bertransaksi seperti ini, tak heran banyak orang yang tertarik untuk memiliki kartu kredit. Namun, jika sembarangan dalam menggunakan kartu kredit, hal ini bisa menjadi hal yang sangat fatal bagi penggunanya.

Salah satu contoh fatal dalam penggunaan kartu kredit yang sering terjadi adalah pembobolan kartu kredit. Pemilik kartu tersebut pastinya sangat merasa rugi dengan tindakan seperti itu. Sebenarnya hal apa yang menyebabkan sehingga pembobolan bisa terjadi? Berikut ulasannya.

Mengapa Pembobolan Kartu Kredit Bisa Terjadi?

Siapapun tidak pernah menginginkan terjadi masalah dengan karti kreditnya apalagi kalau sampai jebol. Namun terkadang itu terjadi dan menimpa banyak pengguna kartu kredit. Sebenarnya apa saja yang menyebabkan terjadinya hal ini? Berikut adalah beberapa penyebab pembobolan kartu kredit:

1. Informasi Tentang Kartu Kredit Diketahui Orang Lain

Memberikan info kartu kredit kepada oranglain adalah hal yang sangat fatal. Jika informasi seperti ini jatuh kepada orang lain, ia bisa dengan bebas menggunakan kartu kredit tersebut untuk membeli apapun. Misalnya membeli barang pada toko online.

2. Penipuan Berkedok Pihak Bank

Belakangan ini sering terjadi penipuan berkedok pihak bank. Pelaku berpura-pura menjadi pihak bank dan menelpon target dengan iming-iming akan akan mentransfer uang. Orang yang tidak sadar dengan informasi sensitif ini pasti akan tertarik dan memberikan info berupa kartu kreditnya.

Untuk itu, kita harus berhati-hati dalam memberikan informasi apapun ke orang lain. Terutama informasi yang sensitif seperti kartu kredit.

Cara Mencegah Terjadinya Pembobolan Kartu Kredit

Siapapun yang mengalami kasus ini akan merasa sangat dirugikan. Sebab terkadang harus membayar untuk sesuatu yang tidak mereka belanjakan. Maka dari itu, untuk menghindari hal ini, ada baiknya Anda memperhatikan hal-hal berikut:

  • Tidak memberikan info kartu kredit kepada oranglain. Informasi dan data diri yang kita pergunakan dalam mengajukan kartu kredit jangan sampai jatuh ketangan orang lain. Apalagi ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai memberikan data diri kita kepada siapapun yang mengatas namakan karti kita tersebut, kecuali pihak perusahaan yang mengeluarkan kartu kredit itu.
  • Tidak membeli sesuatu di website atau situs-situs yang tidak terpercaya. Terkadang terlalu banyak berbelanja juga menjadi celah terjadinya pembobolan kartu kredit kita. Apalagi berbelanja di situs-situs yang tidak terjamin keamanannya.
  • Menggunakan Kartu Kredit Seperlunya. Gunakan kartu kredit seperlunya. Menggunakan kartu kredit terlalu sering bisa menjadi celah jebolnya kartu kredit kita.

Contoh Kasus Pembobolan Kartu Kredit

1. Bareskrim Menangkap 2 Orang Pelaku Pencurian 4000 Data Kartu Kredit

Pada tahun 2018, Bareskrim berhasilmenangkap pelaku pencurian kartu kredit. Menurut infomasi yang beredar, data yang berhasil mereka curi adalah 4000 kartu kredit milik WN Australia.  Dengan data yang tersebut, tersangka terancam hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda mencapai Rp 10 Miliar.

2. Polisi Delhi Menangkap Pelaku Penipuan Kartu Kredit

Kepolisian Delhi menangkap 2 orang pelaku penipuan kartu kredit pada tahun 2016. Kedua pelaku itu merupakan penduduk Sarai Rohilla di New Delhi dan mempunyai gelar Master Aplikasi Komputer.

Pada 4 april 2016, Mereka juga menipu pengusaha bernama Gautam. Pengusaha tersebut melaporkan ke kantor polisi setelah pelaku menggunakan kartu kreditnya untuk belanja di Flipkart dan Snapdeal.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku menduplikat kartu SIM milik Gautam. Setelah melakukan investigasi, polisi mengatakan pelaku telah menyedot uang tunai dengan kartu kredit milik banyak warga. Pelaku menipu warga dengan iming-iming akan memberikan kartu kredit yang baru dengan nilai yang lebih tinggi.

Baca juga: Inilah 7 Rekomendasi Produk Pakaian dari Batik Modern

Warga yang tidak mengetahui bahwa iji adalah penipuan, tentu saja tertarik. Sebab pelaku berjanji akan memberikan kartu kredit dengan nilai yang lebih tinggi. Padahal, itu sangat fatal karena memberikan informasi kartu kredit mereka pada orang lain.

3. Pembobolan Kartu Kredit Dengan Modus Pegawai Bank

Pada bulan maret kemarin, Polda Metro Jaya menangkap tujuh orang tersangka pembobol kartu kredit. Pelaku memanfaatkan one time password (OTP)untuk menguras kartu kredit milik korbannya.

Kepolisian mengungkap bahwa pelaku berpura-pura sebagai petugas bank lalu menelfon korban. Dengan mendapatkan kode OTP milik korban, pelaku bisa menguras kartu kredit milik korbannya. Atas perbuatan yang mereka lakukan, pihak kepolisian mengatakan mereka terancam 8 tahun penjara.

Masih banyak lagi kasus pembobolan kartu kredit yang lebih parah dari beberapa contoh kasus tadi. Dengan berbagai cara yang kadang tidak terpikirkan oleh kita, para pelaku pembobol kartu kredit bisa mendapatkan informasi kartu kredit korbannya, lalu melakukan kejahatan seperti pembelian barang atau menjual informasi kartu kredit tersebut.

Uniknya, para pelaku kejahatan ini bukan hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa akan tetapi anak-anak juga. Biasanya mereka tertarik karena ajakan temannya atau belajar secara otodidak dari internet.

Penutup

Itulah beberapa contoh kasusnya jebolnya kartu kredit dengan berbagai cara yang terjadi. Ini artinya, pembobolan ini bisa terjadi dengan bermacam-macam cara.  Maka dari itu, kita harus menjaga dengan baik informasi kartu kredit kita.

Jika anda ingin lebih aman, anda bisa menggunakan paypal dalam bertransaksi online. Paypal sangat mengutamakan keamanan dan kepercayaan penggunanya. Anda juga bisa beli Paypal murah ke agen terpercaya, anda bisa mendapatakan saldo paypal dengan harga murah.

Pada era saat ini, teknologi semakin berkembang. Maka semakin berkembang pula kejahatan pada dunia maya. Jaga informasi anda saat bermain di dunia maya, misalnya alamat rumah, nomor handphone, tanggal lahir, dan informasi yang sangat sensitif seperti kartu kredit milik anda. Hal ini berguna untuk menjaga agar Anda tidak mengalami pembobolan kartu kredit seperti yang dialami oleh orang lain.