Mengenal Suku Buton, Suku Bermata Biru Dari Sulawesi Tenggara

Mengenal Suku Buton, Suku Bermata Biru Dari Sulawesi Tenggara

Suku Simpou, adalah nama lain untuk mengenal Suku Buton, suku bermata biru. Cerita tentang asal muasal mata biru mereka ini ada dua versi. Masing-masing dianggap benar oleh para penceritanya.

Selain tentang Suku Simpou, ada banyak cerita tentang berbagai suku lain di Indonesia yang dapat disimak melalui situs Academia. Situs ini menyediakan banyak materi pelajaran dan pengetahuan yang sangat membantu proses belajar. Yuk kunjungi Academia dan dapatkan manfaat ilmunya.

Wilayah Kepulauan Buton

Mengenal Suku Buton, Suku Bermata Biru Dari Sulawesi Tenggara

Sebelum mengenal Suku Buton, suku bermata biru dari Pulau Buton, mari mengenali wilayah Sulawesi bagian Tenggara ini. Pada awalnya pulau Buton dan beberapa pulau di sekitarnya merupakan wilayah Kabupaten Buton.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2003, diadakan pemekaran wilayah Kabupaten Buton. Akhirnya Kabupaten Buton dipecah menjadi 6 wilayah Kabupaten. 3 diantaranya ada di Pulau Buton dan sisanya terbagi di pulau Muna dan sekitarnya.

Dahulu sebelum kemerdekaan, ada Kerajaan Buton yang menjadi salah satu pintu masuknya ajaran Islam di wilayah ini. Selain ajaran Islam, keyakinan animisme dan dinamisme juga mengakar kuat sebagai bagian dari budaya sampai sekarang.

Untuk mengenal suku buton mata biru, perlu diketahui bahwa orang-orang bermata biru dari Suku Simpou hanyalah sebagian saja. Tidak semua penduduknya bermata biru. Ada juga sebagian yang hanya bermata biru sebelah, tidak keduanya.

Keistimewaan Pulau Buton

Suku Buton berasal dari Kerajaan Buton yang tinggal turun temurun di pulau tak jauh dari Pulau Sulawesi ini.selain dikenal dengan warganya yang memiliki warna biru terang, Pulau Buton memiliki beberapa keistimewaan:

Penghasil Aspal

Pulau Buton terkenal sebagai penghasil aspal terbesar di dunia. Umumnya aspal dibuat dari endapan penyaringan minyak bumi untuk membangun jalan. Dengan adanya aspal, seluruh jalan di dunia dapat dilewati kendaraan dengan nyaman.

Namun berbeda dengan Asbuton atau Aspal Buton, yang langsung berasal dari bebatuan alamnya. Jadi Asbuton bukan berasal dari sisa pengolahan minyak bumi. Mineral asli alam yang unik ini merupakan deposit terbanyak di dunia. 

Penambangan aspal di Pulau Buton ada di sepanjang daerah Kabungka hingga Lawele. Deposit aspal di tanah Buton mencapai 650 juta ton. Menurut penelitian, kandungan mineral aspal Kabungka sedikit lebih baik dari hasil tambang di Lawele.

Kaya Tempat Wisata

Selain mengenal Suku Buton, suku bermata biru dari Pulau Buton, perlu diketahui bahwa pulau ini kaya dengan tempat wisata. Dari garis pantas sepanjang Pulau berwarna putih, sehingga sangat cantik berpadu dengan warna laut biru kehujauan.

Baca juga: Tahap Pembangunan Jalan Beton di Kawasan Tropis

Ada juga spot diving yang indah di sekitar Pantai Nirwana. Selain itu ada Goa Lakasa dengan kolam berair jernih sangat memesona wisatawan. Hampir setiap sudut pada bentangan alamnya mengandung keindahan. 

Tradisi Kuat

Tidak hanya kekayaan alamnya dengan aspal dan tempat wisaya yang memukau, masyarakat Pulau Buton juga sangat menjaga tradisi. Ada upacara keagamaan dan sejumlah ritual yang rurin dilakukan sampai saat ini.

Penjagaan mereka terhadap anak gadis juga luar biasa. Ketika mereka mencapai masa haid, maka akan diadakan upacara selama 8 hari 8 malam semacam ruwatan. Prosesi ini wajib dilalui sebagai penanda bahwa gadis tesebut siap menjalani pernikahan.

Penduduk Bermata Biru

Satu hal yang paling unik dalam mengenal Suku Buton, suku bermata biru. Sebagian dari mereka memiliki mata biru cerah. Warna yang kontras dengan kulit mereka yang cenderung gelap. 

Uraian mengenai berbagai suku lain di Indonesia ada di situs Academia. Selain itu ada juga pengetahuan sastra dan berbagai mata pelajaran dapat diakses bebas di sana. Silakan langsung kunjungi Academia dengan klik di sini.

Mengenal Suku Buton, Suku Bermata Biru

Apakah yang menyebabkan mata biru cerah pada orang-orang di Suku Buton? Selain di Buton, ada suku mata biru aceh dan suku lingon dari pedalaman Halmahera yang sebagian juga memiliki mata berwarna biru cerah.

Ada sumber yang menyebutkan bahwa matabiru cerah mereka adalah disebabkan oleh orang Portugis yang datang dan menetap di wilayah tersebut. Mereka bermukim dan akhirnya mendapat keturunan gen dari Portugis. Benarkah demikian?

Biasanya jika memang warna mata tersebut berasal dari keturunan, kedua mata memiliki warna yang sama. Namun tidak demikian yang terjadi pada mereka, beberapa diantara mereka hanya memiliki warna biru pada salah satu matanya.

Sebuah berita di awal Desember 2020 juga menyebutkan ada kasus serupa di Sumatera Barat. Salah satu mata anak di sana berwarna biru cerah, mata lainnya berwarna coklat.. Biasanya pemilik warna mata ini peka terhadap cahaya.

Menurut para ahli, mereka menderita sindrom waardenburg. Yaitu kelainan warna mata yang hanya terjadi pada 1:40.000 orang di dunia. Sindrom ini tidak ada obatnya dan tidak bisa diprediksi kemunculannya.

Kini kita mengenal Suku Buton, suku bermata biru dari Sulawesi ini bukan disebabkan oleh faktor keturunan. Karena tidak semua penduduk Buton memiliki warna mata biru cerah seperti itu.